Rabu, 24 Juli 2013

Dampak Tidak Sehat Minuman Kemasan


Minuman kemasan memang menyegarkan dan kaya rasa yang nikmat. Apalagi saat bepergian, mengerjakan sesuatu kantor, kerja kelompok dengan teman kuliah, minuman semacam ini tidak bisa lepas dari keseharian kita. Namun pahami bahwa ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mengonsumsi minuman semacam ini.

1. Kandungan Gula

Minuman kemasan seringkali mengandung pemanis dengan kadar yang tinggi. Terlalu sering menyegarkan tenggorokan dengan minuman semacam ini kadang membuat kita lupa minum air putih karena terlanjur kembung dengan minuman kemasan. So, batasi konsumsinya ya, Ladies.

2. Kemasan

Minuman dengan kemasan biasanya menggunakan botol plastik yang mengandung bahan tertentu dan tidak sebaiknya masuk ke tubuh kita. Kasihan dong ginjal kita yang harus bekerja keras untuk mengeluarkan zat-zat itu dari tubuh kita.

3. Bahan Kimia Berbahaya

Pernah mendapati minuman dengan rasa yang aneh? Mungkin di dalamnya terdapat zat kimia seperti pewarna dan zat kimia lainnya. Jangan terlalu sering mengonsumsi energy drink karena dapat memberikan dampak pada jantung Anda. Misalnya debaran jantung yang menjadi cepat.

Beberapa minuman yang disarankan saat Anda haus adalah air kelapa alami atau air mineral biasa. Air kelapa cepat diserap tubuh dan mampu mengatasi dahaga Anda. Sedangkan air mineral bagus untuk membersihkan tubuh dari racun-racun dan zat yang tak diperlukan.

OK, Ladies. Jaga kesehatan makanan Anda dan stay health.

Senin, 15 Juli 2013

Beberapa Daftar Minuman Yang Tidak Sehat Bagi Tubuh


Kesehatan kita sangat tergantung pada kebiasaan makan dan minum. Sebab makanan juga minuman adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Sadar atau tidak disekitar kita banyak makanan dan juga minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi tubuh kita. Untuk anda yang mencari informasi tentang minuman berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit.
1.  Jus Kemasan.
Jus yang dalam kemasan kurang baik dikonsumsi dikarenakan banyak mengandung kadar gula tinggi. Lebih baik mengkonsumsi jus buah yang dibuat sendiri dari buah-buahan segar dan manis tanpa gula tambahan.

2.  Whipped coffe drinks.
Minuman ini mengandung 800 kalori dan 170 gram gula. Untuk mengurangi kelebihan kalori itu, gunakan skim milk dan setengah ukuran gula. Masih lebih baik anda mengkonsumsi kopi hitam.

3.  Air mineral yang mengandung rasa.
Minuman ini mengandung pemanis buatan. Kalau terpaksa membeli pilih yang dilabelnya hanya air dan perasa alami.

4.   Soda.
Mengkonsumsi soda yang berlebihan bisa menyebabkan obesitas. Konsumsi diet soda sesekali tidak apa, cuman bisa dipertimbangkan minuman yang lebih sehat lainnya.

5.  Minuman frozen mixed.
Campuran yang terkandung dalam minuman ini adalah bahan yang berbahaya. Biasanya terkandung pewarna, rasa serta pemanis buatan.

6.  Alkohol.
Setelah anda mengkonsumsi 2 gelas alkohol, anda beresiko obesitas dan penyakit lainnya akan meningkat. Belum lagi efeknya pada kulit anda, bisa mempercepat penuaan.

7.  Smoothies.
Fast food smoothies tidak selalu terbuat dari buah alami dan juga mengandung kadar gula cukup tinggi.

8.  Lemonade kemasan.
Hindari konsumsi lemonade siap saji. Banyak terkandung pewarna dan pengawet buatan.

9.  Sport drinks.
Elektrolit yang terkandung baik dikonsumsi saat anda sedang berkeringat atau olahraga. Di minuman ini juga banyak mengandung kadar gula tinggi dan pengawet.

10.  Minuman berenergi.
Banyak tambahan energi saat mengkonsumsinya, tetapi sekdar energi jangka pendek karena terbuat dari kafein dan kadar gula tinggi. Berdasar kandungan nutrisi dan kalori, minuman yang baik untuk kesehatan dan layak konsumsi adalah susu, air mineral dan teh herbal.
labih sehat minum air putih guys:) wekekekek

Minggu, 07 Juli 2013

Beberapa Alasan Kenapa Minuman bersoda Itu Tidak Sehat

 
Food Additive atau Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan/campuran, yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, antara lain seperti bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat, ataupun pengental. BTP ini bisa terbuat secara alami ataupun secara kimia. BTP bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi bermanfaat untuk mempertahankan bentuk, rasa, dan kualitas makanan serta minuman, sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern saat ini.

BTP adalah bahan yang tidak dikonsumsi langsung sebagai makanan dan tidak merupakan bahan baku pangan, dan penambahannya ke dalam pangan ditujukan untuk mengubah sifat-sifat makanan seperti bentuk, tekstur, warna, rasa, kekentalan, aroma, atau untuk mengawetkan atau mempermudah proses pengolahan.

Mengenai bahan kimia, bahan ini dapat dibedakan atas bahan kimia untuk pangan food grade dan bukan untuk pangan non-food grade. Semua bahan kimia yang diizinkan sebagai BTP termasuk ke dalam kategori food grade.

BTP dikelompokkan berdasarkan tujuan penggunaannya di dalam pangan. Pengelompokan BTP yang diizinkan digunakan adalah:
Pewarna, memperbaiki atau memberi warna pada makanan.
Pemanis buatan, menyebabkan rasa manis pada makanan, yang tidak/hampir tidak mempunyai nilai gizi.
Pengawet, mencegah/menghambat fermentasi, pengasaman/peruraian lain pada makanan yang disebabkan mikroba.
Antioksidan, dapat mencegah/menghambat proses oksidasi lemak sehingga mencegah ketengikan.
Antikempal, mencegah menggumpalnya makanan yang berupa serbuk seperti tepung atau bubuk.
Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, memberikan, menambah/mempertegas rasa dan aroma.
Pengatur keasaman (pengasam, penetral, dan pendapar), dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.
Pemutih dan pematang tepung, mempercepat proses pemutihan dan/pematang tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Pengemulsi, pemantap dan pengental, membantu terbentuknya dan memantapkan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Pengeras, memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.
Sekuestran, mengikat ion logam yang ada dalam makanan sehingga memantapkan warna, aroma, dan tekstur.

Menurut Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS., Pakar Teknologi Pangan dari IPB, BTP adalah aman untuk dikonsumsi, sepanjang tata pemakaiannya mengikuti aturan yang ada. “Bahan Tambahan Pangan adalah aman untuk dikonsumsi, karena hal ini sudah masuk kategori Food Additive”, ujar Prof. Dr. Ir. Made Astawan.

Menurutnya, mengkonsumsi BTP juga tidak akan memberikan efek samping, sepanjang masuk dalam Acceptable Daily Intake (ADI). ADI adalah banyaknya BTP dalam satuan mili gram/kilogram berat badan/hari, sehingga kita dapat mengkonsumsi BTP tersebut sepanjang hayat, tanpa menimbulkan efek apapun.

BTP yang paling banyak dipergunakan oleh produsen makanan dan minuman adalah pemanis, pengawet dan pewarna. Hal yang harus diperhatikan oleh para konsumen, sebelum mengkonsumsi jenis BTP ini adalah label (penjelasan produk). Sepanjang ada label dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), maka BTP ini aman untuk dikonsumsi.“Perhatikan label makanan dan minuman. Sepanjang ada label NB dari BPOM, atau ML dari luar negeri, maka makanan dan minuman itu aman untuk dikonsumsi“, ujar Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS.

Terkait dengan BTP untuk minuman soda yang banyak dibicarakan masyarakat, adalah aman untuk dikonsumsi. BTP untuk minuman soda, sifatnya adalah alamiah, yaitu berasal dari caramel (gula yang dipanaskan). “BTP untuk minuman soda adalah aman untuk dikonsumsi, karena berasal dari caramel”, jelas Prof. Dr. Ir. Made Astawan.
Bagi anda pecinta soda? asih mau mengkonsumsi soda berlebih guys:)